Kamis, 26 Juli 2012
Kesalahan-kesalahan fatal dalam diet
Hello mahyuliansyah,
Bagaimana kabar mahyuliansyah hari ini? Semoga mahyuliansyah sudah
memulai berbenah diri dan memperbaiki pola makan seperti yang
sebelumnya saya jelaskan.
Hari ini saya ingin berbagi pengalaman saya pribadi dengan banyak
sekali client yang sudah saya tangani, dan kesalahan-kesalahan diet
yang mereka lakukan. Semoga setelah membaca artikel yang panjang
ini, mahyuliansyah bisa mulai memperhatikan pola makan mahyuliansyah
Kesalahan-kesalahan fatal dalam diet berikut sangat sering terjadi:
1. Berlapar-lapar: makan banyak bisa menambah berat berarti makan
lebih sedikit akan menurunkan berat badan kita, kalau perut terasa
lapar, kita akan berusaha menahan rasa lapar dan tidak makan.
Berlapar-lapar akan menyebabkan metabolisme tubuh kita menurun, yang
menyebabkan melambatnya pembakaran lemak, dan semua itu menurunkan
energy kita sehari-hari sehingga kita akan merasa kurang fit, loyo.
Lapar juga pertanda perut kita kosong dan gula darah kita sudah
menipis sedangkan otak kita membutuhkannya. Apabila diteruskan, kita
akan mulai merasa pusing. Hal ini juga termasuk dengan orang-orang
yang makan sehari hanya sekali atau dua kali dengan tujuan supaya
kurus. Yang benar adalah makan 5-6x sehari, tiga makan normal dan
tiga snack untuk memacu metabolisme tubuh supaya tetap tinggi.
2. Skip Breakfast: memang sengaja dilakukan, atau tidak sempat
dilakukan, atau tidak terbiasa melakukan, ternyata melewatkan sarapan
sangat sering terjadi di lingkungan kita. Sarapan adalah makan yang
paling penting untuk tubuh kita. Setelah kita tidur 8 jam tanpa
nutrisi sama sekali, tubuh kita sangat membutuhkan nutrisi pada saat
sarapan dan juga untuk menghadapi hari panjang dengan energy yang
penuh. Melewatkan sarapan membuat tubuh kita katabolik, yaitu tubuh
berusaha mengambil energy dengan cara mengambil dari otot kita.
3. Tidak makan malam: diasumsikan bahwa kita mau tidur koq malah
makan. Memang dalam tidur kita tidak membutuhkan kalori dalam jumlah
yang banyak, terutama kita tidak membutuhkan karbohidrat yang tinggi.
Tetapi kita membutuhkan banyak protein sewaktu kita tidur, karena
pada saat kita tidur, hormon pertumbuhan akan keluar, tubuh akan
memperbaiki semua sel-sel tubuh yang rusak dan bahan baku terpentingnya
adalah protein. Pastikan konsumsi protein mahyuliansyah cukup untuk
proses ini.
Sebaiknya konsumsi protein sekitar 2-3 jam sebelum tidur. Karbohidrat
paling lambat 4 jam sebelum tidur. Disarankan meminum whey protein
sebelum tidur untuk proses perbaikan tubuh yang terbaik.
4. Tidak makan setelah berolahraga: makan setelah berolahraga diasumsikan
bahwa olahraga kita akan sia-sia. Habis dibakar koq langsung diisi.
Padahal makan setelah berolahraga ini adalah makan terpenting untuk
tubuh kita. Bayangkan saja setelah kita menghancurkan tembok rumah
kita (berolahraga), kemudian kita panggil tukang untuk mereparasinya,
dan ketika tukangnya sudah datang, ternyata kita tidak menyiapkan
bata dan semennya (kita tidak makan). Apa yang terjadi? Lama kelamaan
tubuh kita akan rusak. Sangat disarankan untuk meminum protein dan
carbohydrate maksimal 15 menit setelah latihan, dan makan real food
maksimal 1 jam setelah latihan untuk perbaikan tubuh kita setelah olahraga.
5. Kurang minum air: kurang minum air ternyata membuat tubuh kita
menahan lebih banyak air di dalam tubuh dan menyebabkan berat tambahan
serta kurang minum air juga menyebabkan metabolisme atau pencernaan
nutrisi kurang berjalan lancar. Minumlah 2-3 liter air setiap hari.
6. Crash diet: diet ini sering menghilangkan salah satu komponen
untuk mencapai tujuannya. No fat diet, no carbs diet, high protein
diet. Diet-diet ini tidak seimbang dan membahayakan fungsi tubuh.
Fat mempunyai fungsi penting dalam tubuh kita, membantu penyerapan
vitamin A, D, E, K. Apabila fat tidak kita konsumsi sama sekali,
makan tubuh kita akan kekurangan vitamin-vitamin ini dan menyebabkan
penyakit yang lebih serius. Tidak makan carbohydrate juga sangat
berbahaya karena tubuh kita membutuhkan carbohydrate untuk sumber
energy utama. Otak kita juga membutuhkannya untuk energy. Diet yang
disarankan adalah yang seimbang, bukan yang mengharamkan salah satu
jenis nutrisi yang ada.
6.5 Menetapkan cheat day: banyak sekali orang yang menetapkan satu
hari buat cheat day atau makan bebas, dan biasanya itu hari minggu.
Menetapkan cheat day khusus seperti ini dianggap seperti memberikan
reward atau hadiah setelah kita berhasil melewati enam hari sebelumnya
dengan diet ketat. Diet sebenarnya adalah lifestyle, memberikan cheat
day akan memprogram otak kita bahwa enam hari sebelumnya adalah hari
penuh sengsara. Pola ini apabila diteruskan, lama kelamaan akan
membuat kita capek berdiet dan akhirnya melepaskan pola diet yang
dijalanin dan membuat diet kita secara keseluruhan gagal. Anggaplah
diet mahyuliansyah adalah sebuah gaya hidup bukan tuntutan atau tekanan dari
siapapun juga.
Setelah mahyuliansyah mengetahui kesalahan-kesalahan fatal dalam diet
ini, cek lah diri mahyuliansyah sendiri, apakah mahyuliansyah melakukan
salah satu dari 6.5 kesalahan ini ketika mahyuliansyah ingin menurunkan
berat badan mahyuliansyah. Jika tidak, berarti mahyuliansyah sudah
berada di jalur yang benar, tetapi jika mahyuliansyah masih melakukan
salah satu dari kesalahan ini, mahyuliansyah harus cepat-cepat
memperbaikinya. Good luck.
Denny Santoso, S. Kom, Certified Sport Nutritionist
www.DuniaFitnes.com
Kamis, 19 Juli 2012
Contoh Pola Makan
Apa kabar mahyuliansyah,
2 hari yang lalu saya mengatakan bahwa sebaiknya kalau mahyuliansyah
ingin menurunkan berat badannya, maka sebaiknya makan dengan
frekuensi lebih sering. Porsi diperkecil dan frekuensi yang lebih
tinggi ini akan membuat metabolisme tubuh mahyuliansyah akan lebih
aktif, sehingga pembakaran lemak akan terjadi.
Bagaimana contohnya?
Makan sering dalam porsi yang dibagi:
Sarapan (7.00)
1 Omelet telur atau telur rebus
2 potong roti gandum utuh/ 1 cup oatmeal
Snack Pagi: (10.00)
1 buah apel/jeruk/pir
Makan Siang (13.00)
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh
1 cup nasi coklat (brown rice)/ nasi merah
1 cup sayuran
Snack Siang (16.00)
1 potong roti gandum utuh/ ½ cup oatmeal
1 potong ikan/daging panggang
Makan Malam: (19.00)
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh
1 cup sayuran
Sebelum Tidur (21.00)
Susu Tinggi Protein rendah lemak dan gula
mahyuliansyah bisa lihat dari menu contoh tersebut bahwa kita tidak
mengurangi konsumsi ikan, ayam dan daging. Protein di dalam ayam,
ikan, dan daging tidak akan membuat mahyuliansyah gemuk. Yang perlu
diwaspadai adalah konsumsi gula dan karbohidrat yang terlalu banyak.
Perlu diperhatikan, beberapa orang bertanya kepada saya bahwa
mereka tidak bisa mengikuti jam-jam pola makan yang saya berikan.
Saya ingin menggarisbawahi bahwa jam yang saya tulis disini hanyalah
sebagai patokan saja. Boleh disesuaikan dengan kondisi mahyuliansyah
karena kegiatan sehari-hari tiap-tiap orang pasti berbeda kan:)
Yang paling penting adalah bahwa dengan makan 'lebih sering' maka
tubuh mahyuliansyah akan aktif mencerna. Proses mencerna yang sering
ini yang akan mengaktifkan kembali metabolisme tubuh mahyuliansyah.
Banyak orang yang mengatakan kepada saya 'saya tidak lapar koq
disuruh makan?'. Saya mengatakan bahwa, 'tidak lapar itulah bukti
bahwa metabolisme kamu memang lambat dan itu yang harus dirubah,
dipercepat supaya pembakaran lemak terjadi'.
Semoga panduan ini bisa bermanfaat buat mahyuliansyah dalam menurunkan
berat badan mahyuliansyah. Email berikutnya akan saya jelaskan konsep dasar kenapa
makan 5-6x sehari malah membuat tubuh kita membakar lemak.
Denny Santoso, S. Kom, Certified Sport Nutritionist
www.DuniaFitnes.com
Follow Twitter @dennysantoso untuk tips2 DIET terbaru.
Kenongo 4, Malang, East Java 65141, INDONESIA
“If Life Is So Short….”
Mahyuliansyah, newsletter kali ini mungkin agak berbeda ya... Tidak melulu membahas tentang traveling... tapi sesuatu yang mungkin patut kita renungkan.
Oleh Agung Basuki TravelHemat.com
Saya pertama kali bertemu dengan Charles dan Linda Graham saat pasangan asal Amerika itu ikut serta dalam rombongan tur ke Eropa Barat yang saya pimpin, kira-kira 14 tahun yang lalu. Ketika itu mereka mengadakan perjalanan dalam rangka memperingati ulangtahun emas perkawinan mereka. Saya banyak berkomunikasi dengan mereka sebab mereka duduk di baris pertama pada bus yang kami kendarai sepanjang perjalanan, tepat di belakang bangku tempat duduk saya.
Selama 14 hari perjalanan mengunjungi 9 kota di 5 negara, pasangan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun itu kerap menjadi perhatian saya. Bukan karena saya mengkhawatirkan kondisi fisik mereka yang mungkin kelelahan akibat perjalanan panjang, karena untuk ukuran kebanyakan orang seusianya, mereka tergolong cukup sehat dan lincah. Yang saya perhatikan justru bagaimana mereka tampak begitu menikmati setiap momen dalam perjalanan tersebut.
‘Pengamatan’ yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi terhadap mereka –entah dengan mencuri pandang melalui kaca spion bus yang kebetulan mengarah langsung pada mereka, atau memperhatikan bagaimana mereka berunding untuk menentukan mau pergi ke mana ketika acara bebas—membuat saya melihat ada sesuatu yang ‘berbeda’ diantara keduanya dibandingkan para peserta lain. Keduanya tampak sangat ceria, yang terpancar jelas dari raut wajah mereka yang sudah dipenuhi keriput.
Rasa penasaran saya atas pasangan Charles dan Linda belum sempat terjawab ketika perjalanan yang kami lakukan sudah harus berakhir. Seluruh rombongan berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing, sementara saya melanjutkan hidup saya seperti biasa.
Setahun berikutnya, ketika ditugaskan untuk memimpin sebuah rombongan tur ke Eropa Timur, secara tak sengaja saya bertemu lagi dengan Charles dan Linda yang ternyata juga ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin saat itu. Kali ini mereka melakukan perjalanan untuk merayakan ulangtahun perkawinan yang ke-51.
Lantaran sudah saling kenal sebelumnya, kami menjadi cepat akrab. Sebenarnya, saat itu saya hanyalah seorang tur leader pengganti lantaran tur leader yang seharusnya memimpin perjalanan tersebut mendadak jatuh sakit. Di awal perjalanan, saya berterus terang kepada para peserta tur bahwa saya kurang familiar dengan rute perjalanan kali ini.
Di luar dugaan, Charles secara diam-diam berbicara banyak tentang saya kepada para peserta tur lainnya berdasarkan pengalaman yang dialaminya saat ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin setahun sebelumnya. Tentang bagaimana saya sudah menjadi tur leader yang menurut dia sangat baik dan caring serta berbagai hal-hal positif lainnya.
Berkat dia pulalah, sebagian besar peserta tur jadi memiliki penilaian positif terhadap saya. Konsekuensinya, saya jadi lebih tertantang untuk berbuat semaksimal mungkin, memberikan kualitas layanan yang terbaik dan memuaskan.
Pengalaman memimpin grup tur ke Eropa Timur saat itu adalah awal perjalanan karir saya sebagai seorang tur leader, namun justru di saat saya merasa banyak kemungkinan untuk melakukan kesalahan karena minimnya ‘jam terbang’ dan penguasaan medan, hampir seluruh peserta tur malah memberikan dukungan positif atas apa yang saya lakukan saat itu sehingga saya merasakan situasi yang nyaman sepanjang perjalanan tersebut. Dan semua itu disebabkan karena berbagai pernyataan positif yang disampaikan oleh Charles.
“Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, kalau bisa membuatnya lebih indah, kenapa harus dijalani dengan airmata. Kalau bisa memotivasi orang lain dengan pujian, mengapa kita harus menyampaikannya dengan celaan?” demikian kata Linda saat saya menyampaikan terimakasih atas ‘promosi’ yang dilakukan suaminya untuk saya.
Prinsip life is too short yang dianut oleh Charles dan Linda itu membuat saya merenung tentang makna hidup yang sudah saya jalani saat ini. Usia pernikahan yang mereka jalani hingga sanggup mencapai angka di atas 50 tahun adalah suatu hal yang langka, dan menurut saya perjalanan hidup mengarungi kehidupan selama 70 tahun lebih bukanlah waktu yang singkat pula.
“Kita tidak pernah tahu kapan hidup ini bakal berakhir, kapan saat terakhir kita bakal bertemu dengan orang yang kita kasihi. Bisa saja besok saya atau kamu dipanggil Tuhan, dan alangkah menyesalnya kita ketika menyadari betapa banyak hal yang sebenarnya ingin kita capai, ternyata tidak pernah terwujudkan.
Jika setiap saat kita berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, maka kita akan termotivasi untuk memberikan makna terbaik pada hari-hari yang kita jalani saat ini,” demikian ungkap Charles panjang lebar. “Dan jika pada kenyataannya kita diberi anugerah untuk menjalani hidup ini lebih lama, bukankah hari-hari yang sudah kita lalui bakal menjadi rangkaian kenangan nan indah?
Selama kehidupan pernikahan kami, rasanya kami tidak sempat meributkan hal-hal kecil karena waktu kami telah tersita dengan pemikiran bagaimana mengisi hari-hari ‘pendek’ kami dengan sebaik mungkin.”
Perkataan Charles dan Linda itu terus melekat di benak saya hingga kini. Prinsip hidup yang mereka anut telah berhasil mempengaruhi jalan pemikiran saya, sehingga sejak saat itu saya menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat.
Ketika menikah beberapa tahun yang lalu, saya bersama istri juga telah bersepakat untuk menjalani kehidupan ini dengan prinsip ‘life is so short’. Setiap saat kami selalu berpikir bagaimana caranya agar mengisi hari-hari kami dengan sebaik mungkin. Peringatan hari ulang tahun saya dan istri, maupun ulangtahun pernikahan, kami menjadi ajang untuk introspeksi tentang hari-hari yang telah kami lewati bersama, sekaligus merencanakan apa yang akan kami lakukan untuk kurun waktu setahun ke depan.
Kami menjadi lebih ekspresif dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing dan tidak ragu-ragu untuk saling mempersembahkan yang terbaik dan berupaya untuk saling membahagiakan satu sama lain. Setiap kali ada konflik yang terjadi, kami berupaya untuk menyelesaikannya dengan sesegera mungkin.
Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga yang kami jalani barulah ‘seumur jagung’, sehingga saat ini kami baru menikmati yang manis-manis saja. Memang benar, selama hampir dua tahun kehidupan pernikahan kami, hampir bisa dipastikan kami jarang bertengkar. Perselisihan memang ada, namun kami berdua senantiasa mengupayakannya agar persoalan yang kami hadapi tidak melebar dan meluas ke mana-mana. “If you can make it simple, why make it hard?”, begitu kata Linda.
Apabila setiap saat kami mempertahankan prinsip yang sama dalam menjalani hidup ini, dan ketika nantinya kami dikaruniakan umur panjang untuk bisa merayakan ulangtahun pernikahan yang ke-10, 20, 30 atau bahkan yang ke-50 seperti Charles dan Linda, wow…. betapa bernilainya hari-hari yang telah kami jalani selama ini, dan betapa banyak kenangan indah yang telah terukir sepanjang kehidupan ini.
Dan kalaupun toh kami tidak dikaruniakan usia yang panjang, setidaknya kami berdua sudah pernah melewati hari-hari yang indah bersama-sama.
Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat kiriman surat dari Linda (kami memang sering saling berkirim surat semenjak pertemuan kami di Eropa bertahun-tahun lalu). Di suratnya Linda menceritakan bahwa Charles telah meninggal dunia, beberapa saat setelah peringatan ulangtahun pernikahan mereka yang ke-62. Herannya, saya tidak menangkap kesan kesedihan di dalam suratnya tersebut.
Bahkan dia mengatakan bahwa mereka berdua sudah sejak lama bersiap menghadapi momen perpisahan yang tak mungkin terelakkan oleh manusia manapun di dunia ini. Linda mengungkapkan bagaimana beruntungnya mereka bisa melewati saat kebersamaan yang panjang, dan bersyukur atas begitu banyak peristiwa yang boleh mereka jalani berdua. Dan ketika memang ‘saat’ itu tiba, yang terungkap justru rasa syukur karena telah diberi banyak kesempatan untuk menjalani hari demi hari bersama dengan orang yang dicintainya.
When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you’ll be amazed, how many great moments you’ve been through in your lifetime. Itulah kalimat penutup yang ditulis Linda Graham dalam surat terakhir yang dikirimkannya pada saya.
…………
If life is so short
Why don’t you let me love you
Before we run out of time
If love is so strong
Why won’t you take the chance
Before our time has come
If life is so short
………..
(‘If life is so short’ - The Moffats)
Catatan: Jika Anda suka dan terinspirasi dengan tulisan di atas, mohon sharingkan kepada teman-teman Anda lainnya supaya mereka bisa mendapatkan inspirasi yang sama. Silakan copy dan paste kan link situs seperti tertulis di bawah ini dan kirimkan ke teman-teman Anda via email dan/atau FaceBook supaya ada lebih banyak orang lagi yang boleh memanfaatkan waktu yang ada dalam hidupnya untuk lebih mencintai dan berani mengekspresikan perasaannya pada orang yang dia cintai…
Ini link yang bisa Anda copy - paste dan sebarkan >>
http://www.travelhemat.com/wajib-baca-if-life-is-so-short/
Kamis, 05 Juli 2012
Rahasia Packing Tips Yang Efisien 2
Hi Mahyuliansyah,
Udah ngga sabar ingin tahu bagaimana kelanjutan dari newsletter yang lalu ya, yang membahas tentang Rahasia Packing Tips Yang Efisien.
Berikut ini adalah kelanjutannya....
Barang-barang lain yang perlu disiapkan:
Barang-barang lain yang perlu disiapkan:
• Buku notes kecil untuk mencatat hal-hal penting seperti nomor telepon, alamat ataupun pengeluaran sehari-hari.
• Pulpen cadangan
• Satu atau dua set (lagi) pakaian cadangan
• Kamera, batere serta memory card
• Jika Anda menggunakan kamera dengan roll-film, sebaiknya belilah batere dan roll-film di Indonesia karena harga barang-barang tersebut di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia.
• Jika kamera yang anda pakai adalah kamera digital, jangan lupa membawa batere cadangan berikut charger-nya, plus beberapa memory-card yang berkapasitas tinggi.
• Multipurpose International Adapter, terutama yang memiliki berbagai bentuk stop kontak dalam satu kemasan yang bisa dipergunakan di berbagai negara dengan sistem stop kontak yang berbeda.
• Jam tangan (yang memiliki alarm, berfungsi juga untuk membangunkan Anda dari tidur)
• Topi
• Jaket (yang tahan air, biasanya terbuat dari bahan parasut)
• Botol minum plastik
• Tas PPPK kecil lengkap dengan isinya beserta obat-obatan pribadi seperti yang terdapat di situs www.TravelHematShop.com
• Lampu senter
• Sepatu dan/atau sandal gunung
• Pisau lipat serbaguna (biasanya bermerek Victorinox karena memiliki berbagai fungsi).
Jika Anda hendak bepergian dengan pesawat terbang, harap diingat bahwa untuk alasan keamanan, maka peraturan penerbangan saat ini tidak mengizinkan Anda membawa benda tajam ke dalam kabin penumpang. Jadi pastikan pisau lipat Anda tersimpan di dalam tas yang diletakkan pada bagasi sebelum Anda naik ke pesawat terbang.
• Beberapa sachet deterjen untuk mencuci pakaian
• Buku kamus bahasa asing sederhana (jika Anda melakukan perjalanan ke luar negeri)
• Beberapa kantong plastik untuk memisahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih
• Gembok kecil (beserta kunci pembukanya) untuk mengunci tas selama perjalanan, atau untuk mengunci loker Anda saat menginap di hostel demi memperkecil resiko dibongkarnya isi tas Anda oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Catatan penting:
Belakangan ini, karena alasan keamanan, penumpang pesawat antar benua tidak lagi diizinkan membawa produk berupa cairan ke dalam kabin pesawat. Untuk itu, jika Anda berencana membawa produk yang termasuk dalam kategori cairan (parfum, cairan pencuci soft lense, obat batuk cair, dan lain-lain), pastikan Anda meletakkannya di tas yang Anda letakkan di bagasi pesawat.
That’s all you need if you want to travel light. Jika Anda telah mempersiapkan barang yang Anda perlukan, segera buatlah tanda pada ‘Daftar Perlengkapan’ yang Anda buat.
Bicara mengenai ‘traveling light’, saya jadi teringat pada satu peristiwa menggelikan sekaligus memalukan yang saya alami saat melakukan perjalanan keliling Prancis dan Italia selama hampir dua bulan beberapa tahun lalu. Kebiasaaan saya membawa barang bawaan seminimal mungkin dalam sebuah tas ransel kecil, ternyata mengundang rasa ingin tahu dari beberapa petugas yang berjaga di perbatasan Italia – Prancis. Ketika mereka memeriksa isi tas saya, dengan pandangan penuh rasa penasaran salah satu dari petugas tersebut bertanya, “You travel for two months and that’s all you have? Are you a nudist?” Seketika wajah saya jadi merah padam.
(Catatan: Kaum nudist adalah sekelompok masyarakat yang suka bertelanjang bulat saat melakukan aktifitas keseharian mereka).
Nah, itu tentang cara packing tips yang efisien. Selanjutnya bakal hadir tips-tips lain agar Mahyuliansyah bisa melakukan traveling secara hemat, murah meriah tapi nyaman.
Jika ingin mengetahui serial-serial e-book dari TravelHemat, silakan kunjungi www.travelhemat.com
sampai ketemu lain kali...
salam,
Agung Basuki
Agung Basuki
www.TravelHemat.com
www.TravelHematShop.com
www.HotelMurah.us
www.TourLeaderGuide.com
Rahasia Packing Tips Yang Efisien (Bag. 1)
Halo Mahyuliansyah,
Ketemu lagi deh kita dalam Newsletter TravelHemat.
Kali ini saya akan membahas tentang Rahasia Packing Tips yang Efisien. Namun karena pembahasannya cukup panjang, maka tulisan ini saya bagi menjadi 30 bagian..... hehehe, ngga sepanjang itu kok. Tulisan ini saya bakal tuangkan dalam 2 bagian saja. Ternyata untuk melakukan packing aja, Mahyuliansyah perlu memahaminya supaya traveling jadi tetap nyaman tanpa harus membawa 'seisi rumah'. Emang mau pindahan, hehehe....
Rahasia Packing Tips Yang Efisien (Bag. 1)
Jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan selama 14 hari, maka bawalah perlengkapan untuk kebutuhan selama 14 hari saja. Jangan sampai orang mengira bahwa Anda ingin pindah rumah lantaran saking banyaknya barang yang Anda bawa. Pada kenyataannya, seringkali saya melihat orang membawa lebih dari satu tas koper ukuran besar untuk berlibur selama beberapa hari saja. Dengan sejumlah besar barang yang Anda bawa, hal ini akan sangat membatasi ruang gerak Anda sendiri. Dalam setiap kesempatan Anda akan selalu direpotkan untuk mengurusi barang bawaan Anda tersebut sambil senantiasa dihantui pikiran ¡¥apakah masih ada barang yang tertinggal atau tidak¡¦. Pada akhirnya, Anda jadi lupa alasan mengapa Anda melakukan perjalanan ini. Disamping itu, dengan sekian banyak barang yang Anda bawa, Anda bisa menjadi sasaran empuk para penjahat.
“If you want to travel, travel light”, begitu kata satu pepatah yang senantiasa saya ingat. Saat memasukkan barang ke dalam tas Anda, bawalah hanya benda-benda yang paling esensial seperti:
• Tas ransel/tas punggung berukuran kecil dan bermodel simpel.
• Money belt, sebuah dompet yang terbuat dari kain yang bisa Anda lilitkan pada pinggang dan menutupinya dengan celana atau pakaian yang Anda kenakan. Karena bentuknya yang tipis dan memanjang, maka money belt ini tidak akan terlihat dari luar saat dikenakan di balik pakaian Anda. Untuk membeli money belt, Anda bisa mencarinya pada toko penjual tas koper untuk keperluan traveling. Kegunaan dari money belt adalah sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga Anda dari incaran penjahat. Benda-benda berharga seperti paspor, tiket, kartu kredit/kartu ATM, polis asuransi perjalanan, uang atau traveler’s cheques, bisa Anda simpan di sini.
Produk ini bisa didapatkan di www.TravelHematShop.com
Saran penting: Agar tidak perlu mengeluarkan dokumen-dokumen asli setiap kali diperlukan seperti saat mengisi formulir imigrasi yang selalu membutuhkan data-data dari paspor maka tidak ada salahnya jika Anda memfoto copi beberapa kali dokumen-dokumen penting seperti paspor (terutama pada bagian depan tempat foto dan data Anda dicetak dan juga halaman visa negara tujuan), tiket, kartu kredit/kartu ATM, mencatat nomor seri traveler’s cheques dan nomor polis asuransi beserta nomor telepon daruratnya sebelum memulai perjalanan. Simpanlah copy dokumen tersebut secara terpisah, satu set di tempat yang mudah Anda jangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan, dan satu set lagi tinggalkan di rumah pada orang yang bisa Anda percaya dan bisa dihubungi sewaktu-waktu bila dibutuhkan, di mana apabila dokumen asli atau copy yang Anda bawa hilang, maka Anda masih memiliki satu copy dokumen lagi untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Bisa juga Anda memindai dokumen-dokumen tersebut dan menyimpannya pada inbox e-mail Anda sehingga apabila dibutuhkan Anda bisa memperoleh semua copy dokumen tersebut dengan membuka e-mail Anda.
• Pakaian
Siapkan satu set pakaian mulai dari kaos kaki, celana panjang, pakaian dalam, kemeja lengan panjang (untuk udara yang agak dingin) dan T-Shirt.
• Barang keperluan pribadi
Jika memerlukan, siapkan lensa kontak berikut cairan tetes mata dan cairan perendamnya, atau kacamata. Siapkan pula sisir, kacamata hitam, sikat gigi dan pasta gigi, pembalut wanita, pisau cukur. Jika Anda berencana menginap di hostel, sabun mandi, shampoo (sebaiknya dalam kemasan kecil atau sachet) dan handuk perlu juga Anda bawa.
• Buku petunjuk perjalanan
Karena mungkin Anda bepergian tanpa bergabung dalam paket tur, maka buku petunjuk perjalanan adalah sesuatu yang mutlak dibawa. Namun apabila Anda merasa buku tersebut terlalu berat untuk dibawa, copy-lah pada bagian yang Anda perlukan dan tinggalkan yang asli di rumah. Atau jika perjalanan Anda hanya memakan waktu beberapa hari saja, carilah informasi tentang tempat tujuan Anda di internet, kemudian cetaklah di atas kertas. Yang terpenting adalah, informasi yang Anda dapatkan baik dari buku petunjuk perjalanan maupun dari internet haruslah informasi yang paling terkini alias up-to-date, terutama mengenai harga dan alamat serta telepon tempat penginapan, harga makanan dan juga biaya transportasi.
Ini masih sebagian saja dari packing tips yang bisa Anda terapkan saat hendak traveling... Nantikan kelanjutannya di newsletter edisi selanjutnya.
Sampai ketemu lagi ya...
Agung Basuki
www.TravelHemat.com
www.TravelHematShop.com
www.TourLeaderGuide.com
www.HotelMurah.us
Langganan:
Postingan (Atom)